Inilah Efek Buruk yang Didapat Kalau Minum Sambil Berdiri


Inilah Efek Buruk yang Didapat Kalau Minum Sambil Berdiri - Disadari atau tidak, minum sambil berdiri sering dilakukan oleh sebagian masyarakat. Pada beberapa kesempatan seperti di pesta, tempat rekreasi, atau saat berolahraga, kita terpaksa minum sambil berdiri.

Padahal posisi paling aman adalah saat kita sedang duduk. Ketika duduk sebenarnya saraf saraf tubuh dalam keadaan tenang dan siap untuk menerima air yang masuk dari berbagai jenis minuman yang berbeda.

Selain karena alasan kesehatan, Posisi duduk ketika sedang minum juga sangat berhubungan dengan etika kesopanan dan sebagai gaya hidup sehat yang seharusnya ditingkatkan dalam hidup bermasyarakat.

Berikut ini beberapa efek berbahaya yang ditimbulkan dari minum dengan cara berdiri:


Inilah Efek Buruk yang Didapat Kalau Minum Sambil Berdiri


Risiko arthritis

Penyakit arthritis disebabkan karena terganggunya keseimbangan cairan dalam tubuh yang tersalurkan sampai bagian sendi, sehingga memicu peradangan dan pembengkakan pada sendi. Hal ini tentu menyulitkan penderitanya untuk bergerak secara bebas.


Pencernaan terganggu

Minum sambil berdiri dapat menyebabkan jaringan organ pada saraf pusat akan tertekan dan dipaksa untuk terus bekerja keras menstabilkan kondisi tubuh yang tanpa disadari dalam keadaan yang tegang. Akibatnya saraf saraf tubuh dalam kondisi stres dan memicu munculnya disfungsi saraf bahkan dalam jangka panjang bisa merusak dinding perut dan saluran pencernaan.


Tak mudah membuat rasa haus hilang

Hal ini terjadi karena  air langsung masuk kedalam tubuh tanpa melewati dinding usus secara sempurna dan mengalir sangat cepat. Situasi ini membuat seseorang mudah terserang perut kembung, rasa tidak nyaman pada perut dan ingin muntah.

Dengan posisi duduk, maka filter penyaring akan terbuka dan akan berproses di dalam tubuh sebelum disalurkan ke berbagai organ lainnya, lalu diolah lagi hingga masuk ke kantong kemih. Dengan demikian, maka rasa haus yang dirasakan akan segera sirna.


Ginjal kurang optimal menyerap air

Air yang langsung mengalir menuju kandung kemih tanpa melewati proses penyaringan terlebih dahulu di jaringan ginjal akan menyebabkan filter penyaringan dalam ginjal jadi tertutup. Kondisi ini memungkinkan terjadinya penumpukan berbagai kotoran dalam saluran ureter yang dapat mengakibatkan gangguan saluran kandung kemih. Dalam jangka panjang bisa menyebabkan kerusakan permanen di ginjal.


Tidak bisa mencairkan kadar asam

Tekanan air yang diminum saat berdiri mengejutkan bagian saluran (spincter) yang menuju ke lambung sehingga menyebabkan kenaikan asam lambung. Asam dalam lambung yang seharusnya bisa diencerkan justru akan tercampur naik sehingga memberikan sensasi panas di bagian perut. Dinding lambung akan terkikis dan luka. Padahal, lambung merupakan bagian penting dalam pencernaan sehingga ketika terjadi kerusakan pada bagian lambung, maka bisa berbahaya bagi sistem pencernaan lainnya.


Mulas

Sensasi panas di lambung dapat menyebabkan isi perut bisa berbalik kembali ke tenggorokan dan menyebabkan mulas.